img

Deep Leadership di SMPN 1 Karangpawitan: Dari Keteladanan Menuju Transformasi Nyata

Deep Leadership di SMPN 1 Karangpawitan: Dari Keteladanan Menuju Transformasi Nyata

Oleh Dr. Budi Suhardiman, M.Pd.

Kepala Sekolah SMPN 1 Karangpawitan, Garut, Jawa Barat

 

Perubahan zaman yang bergerak cepat menuntut kepala sekolah tidak lagi sekadar menjadi administrator birokrasi, melainkan pemimpin pembelajaran yang menghadirkan perubahan nyata. Di SMPN 1 Karangpawitan, konsep deep leadership diwujudkan melalui pendekatan yang menyentuh nilai dan karakter secara mendalam. Transformasi ini dimulai dari inspirasi, di mana kepala sekolah menjadi penggerak utama yang menanamkan semangat pembelajar sepanjang hayat.

 

Menjawab Tantangan dengan Kolaborasi dan Pertumbuhan Sesama

Menghadapi dinamika Kurikulum Merdeka, kepala sekolah memposisikan diri sebagai instructional leader yang fokus pada mutu pembelajaran. Guru tidak dibiarkan berjalan sendiri, melainkan didampingi melalui Komunitas Belajar (Kombel) yang aktif. Praktik ini merupakan pengejawantahan dari pemikiran Hawkes (2016), bahwa deep leadership lahir dari integritas dan komitmen terhadap nilai luhur, di mana pemimpin tidak mencari keuntungan pribadi, melainkan berorientasi pada pertumbuhan orang lain. Dengan model teman sebaya, guru yang lebih paham menjadi mentor bagi rekan sejawatnya, membangun budaya kolaboratif yang berakar pada kepercayaan.

Gambar1. Kombel SMPN 1 Karangpawitan

 

Literasi: Mengubah Karakter dan Sejarah Diri

Salah satu praktik baik yang menonjol adalah penguatan budaya literasi. Kepala sekolah tidak sekadar mengimbau, tetapi menjadi teladan langsung dalam membaca dan menulis. Guru didorong untuk aktif berliterasi, hingga akhirnya mampu menghasilkan karya nyata. Hasilnya luar biasa: lahir sebuah buku kumpulan tulisan guru berjudul Harap Maklum Gurunya Sedang Belajar Menulis. Buku ini bukan sekadar karya, tetapi simbol perubahan bahwa guru adalah pembelajar sejati.

Semangat ini menular kepada murid. Dengan pendampingan yang konsisten, murid SMPN 1 Karangpawitan berhasil menerbitkan buku kumpulan puisi berjudul Sekolah Rumah Keduaku setebal 400 halaman. Ini bukan hanya prestasi, tetapi bukti bahwa budaya literasi telah hidup dan mengakar.

Gambar2. Karya Literasi Guru dan Murid

 

Berbagai program literasi terus digerakkan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan benar-benar diwujudkan sebagai praktik baik yang berdampak nyata. Program membaca dan menulis bersama, misalnya, tidak hanya menjadi rutinitas harian, tetapi telah berkembang menjadi gerakan produktif yang melahirkan karya. Dari kegiatan ini, sekolah berhasil menerbitkan majalah dalam dua versi, yakni cetak dan online. Majalah tersebut menjadi ruang ekspresi bersama yang memuat beragam tulisan guru dan murid; mulai dari artikel, cerpen, puisi, hingga refleksi pembelajaran yang sekaligus memperkuat budaya literasi dan kebanggaan berkarya di lingkungan sekolah.

Partisipasi dalam Tantangan Literasi Nusantara (Talenta) juga menjadi tonggak penting. Meski baru pertama kali diikuti, program ini mampu menumbuhkan semangat kompetitif sekaligus kolaboratif di kalangan murid. Mereka tidak hanya membaca untuk memenuhi tugas, tetapi mulai menikmati proses membaca sebagai kebutuhan. Tantangan yang diberikan mendorong murid untuk terus meningkatkan jumlah dan kualitas bacaan, sekaligus melatih kemampuan memahami dan merefleksikan isi bacaan secara lebih mendalam. Program ini juga disertai program yang lainnya yaitu

Anugerah Raja Baca dan Ratu Baca terbukti efektif dalam membangun motivasi intrinsik siswa. Program ini berhasil mendongkrak jumlah kunjungan ke perpustakaan secara signifikan. Siswa berlomba-lomba untuk membaca lebih banyak buku dan memperkaya wawasan mereka serta menumbuhkan regenerasi pembaca aktif. Berdasarkan penghitungan dari pustakawan sekolah, maka setiap periode akan lahir Raja dan Ratu Baca baru yang menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

 

Gambar3. Raja dan Ratu Baca

 

 

 

 

Sementara itu, Gerakan Wakaf Buku menjadi bukti kuat bahwa literasi adalah gerakan bersama. Sumbangan buku terus mengalir dari berbagai pihak seperti universitas, alumni, penerbit, hingga perorangan. Kontribusi ini tidak hanya memperkaya koleksi perpustakaan, tetapi juga memperluas akses siswa terhadap bahan bacaan yang berkualitas dan beragam. Semangat gotong royong dalam gerakan ini memperlihatkan bahwa ekosistem literasi yang kuat lahir dari kolaborasi banyak pihak.

Gambar4. Gerakan Wakaf Buku

 

Seluruh rangkaian program tersebut pada akhirnya membentuk ekosistem belajar yang aktif, kreatif, dan produktif. Literasi tidak lagi dipandang sebagai kewajiban, tetapi telah menjadi budaya yang hidup di sekolah. Dampaknya pun nyata, terlihat dari meningkatnya minat baca, kemampuan menulis, serta kepercayaan diri siswa dalam mengekspresikan gagasan. Inilah wujud nyata bahwa gerakan literasi yang dikelola secara konsisten dan kolaboratif mampu membawa perubahan signifikan dalam kualitas pembelajaran di sekolah.

 

Membangun Budaya Positif dengan Hati Hamba

Deep leadership juga tercermin dalam upaya membangun karakter melalui keteladanan. Pemimpin sekolah harus menunjukkan karakteristik "berhati hamba" sebagaimana digagas Hawkes; tetap teguh pada visi sambil mengutamakan kesejahteraan komunitasnya. Nilai spiritual pun diperkuat melalui kegiatan rutin seperti sholat Dhuha bersama dan Jumat Sedekah. Mereka yang memimpin dengan cara ini melihat kepemimpinan sebagai amanah suci dan anugerah bagi komunitas mereka.

 

Dari Sekolah Biasa Menjadi Sekolah Bermakna

Pengalaman di SMPN 1 Karangpawitan membuktikan bahwa ketika pemimpin memiliki kesadaran diri (self-awareness) yang kuat, integritas tinggi, dan visi jangka panjang, seluruh ekosistem akan bergerak mengikuti. Kepemimpinan yang menyentuh hati dan menginspirasi tindakan mampu mengubah sekolah menjadi ruang yang hidup. Sudah saatnya setiap kepala sekolah tidak hanya menjadi pengelola, tetapi menjadi pemimpin yang menghidupkan pengaruh, karena sejatinya kepemimpinan terbaik bukanlah tentang kekuasaan.

 

# #kemendikdasmen

MEDIA SOSIAL

Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan
KONTAK KAMI
Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Gedung C Lantai 17 Jalan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, 10270
(021) 57974120
SOSIAL MEDIA

Hak Cipta 2026 - Kemendikdasmen

Konsultasi Daring
Konsultasi Daring

Tidak ada jadwal Konsultasi Daring

Survei Layanan
QnA!