MEDAN, 11 Juli 2026 – Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK), Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd., bersama Kepala Bagian Umum BBGTK Provinsi Sumatera Utara, Julian Henry Sembiring, Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Mujiono, serta Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menghadiri Workshop Pendidikan bertema "Membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Melalui Pendekatan yang Humanis" di Hotel Le Polonia, Medan. Workshop pendidikan ini diselenggarakan Direktorat KSPSTK bekerja sama dengan Anggota Komisi X DPR RI dan diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas 50 Kepala Sekolah dan 50 Pengawas Sekolah jenjang TK, SD, SMP, SLB, SMA, dan SMK dari Kota Medan.
Dalam arahannya, Direktur KSPSTK menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah sebagai ujung tombak pembelajaran. Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 pada Senin mendatang, ia mengajak seluruh guru memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mengenalkan berbagai program prioritas Kemendikdasmen kepada seluruh murid sejak awal tahun ajaran baru. Program-program tersebut meliputi peningkatan kesejahteraan dan kualifikasi Guru dan Tenaga Kependidikan, Program Kepemimpinan Sekolah dan Sekolah Model, implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Tes Kemampuan Akademik (TKA), pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), penguatan pendidikan inklusif melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD), serta kebijakan Guru Wali.
Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis yang mendukung peningkatan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan serta kepemimpinan sekolah. Workshop ini juga menghadirkan Samsuar Sinaga, S.Pd., M.Si., Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, dan Zainuddin Abuhamid Muhammad Ghozali, M.A., Koordinator Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Satya Terra Bhinneka, sebagai narasumber.
Menutup arahannya, Direktur KSPSTK mengajak seluruh guru menjadikan pelaksanaan MPLS Ramah 2026 sebagai langkah awal untuk mengenalkan sekaligus membiasakan penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat kepada seluruh murid. Menurutnya, pembiasaan tersebut menjadi fondasi dalam membentuk karakter murid yang disiplin, mandiri, sehat, dan berakhlak mulia, sekaligus memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan humanis sejak awal tahun ajaran baru.