Bandung Barat, 4 Agustus 2026 –
Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK),
Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan
(BBGTK) Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi
Tenaga Kependidikan pada 4–7 Agustus 2026. Kegiatan yang merupakan bagian
dari Program Kepemimpinan Sekolah ini diikuti oleh 90 tenaga
kependidikan, terdiri atas 30 operator sekolah, 30 bendahara sekolah, dan 30
tenaga laboratorium sekolah dari berbagai daerah. Pelatihan dibuka oleh Kepala
Bagian Umum BBGTK Jawa Barat, Rohimat, serta dihadiri oleh perwakilan
Direktorat KSPSTK, Eko Cahyono, sebagai bentuk komitmen Direktorat dalam
memperkuat kapasitas tenaga kependidikan di satuan pendidikan.
Pelatihan dirancang menggunakan
pendekatan blended learning dengan total 58 Jam Pembelajaran
(JP) yang memadukan pembelajaran mandiri melalui Learning Management
System (LMS) dan pembelajaran tatap muka. Selama pelatihan, peserta memperoleh
penguatan kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing, mulai dari pengelolaan
data dan layanan administrasi digital bagi operator sekolah, tata kelola
keuangan yang transparan dan akuntabel bagi bendahara sekolah, hingga
pengelolaan laboratorium yang aman dan mendukung pembelajaran praktikum bagi
tenaga laboratorium. Selain itu, pelatihan juga mengintegrasikan
pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH)sebagai upaya membangun
budaya kerja yang disiplin, kolaboratif, dan profesional di lingkungan sekolah.
Melalui pelatihan ini, Direktorat KSPSTK terus memperkuat ekosistem kepemimpinan sekolah dengan meningkatkan kompetensi seluruh unsur yang berperan dalam penyelenggaraan pendidikan. Sinergi antara kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan diharapkan mampu mewujudkan tata kelola sekolah yang lebih efektif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata di satuan pendidikan sehingga mendukung terwujudnya Pendidikan Bermutu bagi seluruh murid Indonesia.